blog  ·  id
【Panduan Praktis F&B CRM】Bagaimana Industri F&B Mengelola Hubungan Pelanggan?

【Panduan Praktis F&B CRM】Bagaimana Industri F&B Mengelola Hubungan Pelanggan?

Saat ini, tren besar di berbagai industri sama-sama menekankan "Customer Experience" (Pengalaman Pelanggan) secara menyeluruh. Pengalaman pelanggan tidak hanya merujuk pada momen transaksi jual-beli, tetapi juga tindak lanjut sebelum dan sesudah transaksi yang sama pentingnya. Hal ini menjadi lebih krusial di industri F&B yang sangat kompetitif. Selain kualitas makanan sebagai elemen penting, keseluruhan proses pengalaman juga bisa menjadi kunci kemenangan. Hari ini, JuicySuite akan memperkenalkan bagaimana industri F&B dapat menjalin hubungan baik dengan pelanggan melalui sistem manajemen hubungan pelanggan (CRM), serta meningkatkan keseluruhan pengalaman pelanggan ke level yang lebih tinggi.

Poin Utama Artikel
  • Sistem Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) digunakan untuk mengumpulkan dan menyimpan data pelanggan
  • Tujuan penggunaan CRM adalah untuk meningkatkan promosi, layanan, hingga tingkat pelanggan yang kembali
  • CRM dapat diterapkan pada berbagai titik kontak layanan (Customer Touch Points) di industri F&B untuk meningkatkan pengalaman pelanggan
  • Persaingan di industri F&B sangat ketat, sehingga dibutuhkan pengalaman pelanggan yang baik agar dapat menonjol

Titik Kontak Layanan – Customer Touch Points

Untuk menganalisis "Pengalaman Pelanggan" dan menerapkan CRM dengan baik, perilaku konsumsi pelanggan dapat dipecah menjadi tiga tahap: sebelum konsumsi, selama konsumsi, dan setelah konsumsi. Setiap tahap konsumsi memiliki titik kontak layanan (Customer Touch Points) yang berbeda.

Setiap titik kontak mungkin hanya berupa momen kecil, tetapi cukup untuk memengaruhi pengalaman pelanggan dan persepsi merek. Dengan memanfaatkan CRM, Anda dapat memanfaatkan peluang dari momen-momen ini untuk meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan.

CRM meningkatkan titik kontak layanan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan

Sistem Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) dan Customer Touch Points

Sistem manajemen hubungan pelanggan CRM dapat secara otomatis dan sistematis meningkatkan pengalaman pelanggan di setiap titik kontak layanan. Anda dapat mereferensi contoh-contoh berikut untuk memahami fungsi sistem manajemen hubungan pelanggan.

Pengalaman Pelanggan Sebelum Konsumsi

  • Media Sosial
    CRM dapat membantu mengumpulkan data dari berbagai platform, memahami preferensi (customer preference) calon pelanggan dan target pelanggan melalui media sosial.
  • Situs Web
    CRM dapat mengumpulkan informasi kontak pelanggan (customer contact), misalnya dengan pesan pop-up untuk mendorong calon pelanggan meninggalkan alamat email mereka, agar memudahkan pengiriman email promosi di kemudian hari.
  • Pemasaran
    Setelah data terkumpul, Anda dapat menganalisis data tersebut untuk mencoba berbagai strategi pemasaran yang lebih tertarget (targeted marketing strategy), guna meningkatkan return on investment (ROI). Anda juga dapat menggunakan CRM untuk pemasaran otomatis (market automation), mengirim email promosi yang relevan berdasarkan segmentasi pelanggan (Segmentation), misalnya memperkenalkan menu baru dan promo.

Pengalaman Pelanggan Selama Konsumsi

  • Reservasi
    Dengan menggunakan sistem reservasi online (booking system), Anda dapat menghemat tenaga kerja sekaligus mengurangi kesalahan. Sistem ini juga dapat terhubung dengan Whatsapp untuk balasan otomatis (auto reply), atau secara otomatis mengirim pesan teks atau SMS untuk mengingatkan pelanggan tentang informasi reservasi mereka.
  • Menunggu Tempat Duduk
    Untuk pelanggan walk-in, sistem antrean dapat dikombinasikan dengan sistem keanggotaan (membership system), sehingga anggota dapat langsung mengantre menggunakan aplikasi keanggotaan, sekaligus menarik calon pelanggan untuk menjadi anggota.
  • Kualitas Layanan
    Dengan mengintegrasikan sistem Point Of Sale (POS) dan sistem manajemen dapur, aplikasi memungkinkan pelanggan untuk memesan secara mandiri, dan pesanan akan langsung dikirim secara otomatis ke dapur, menghemat waktu, mengurangi kesalahan manusia, sekaligus meningkatkan kualitas layanan. Sistem manajemen hubungan pelanggan juga akan mencatat seluruh data restoran, sehingga Anda dapat menganalisis menu populer, jam sibuk, omzet, dan informasi penting lainnya untuk penyesuaian yang fleksibel.

Pengalaman Pelanggan Setelah Konsumsi—Program Loyalitas Pelanggan (Loyalty Program)

Melalui berbagai loyalty program, Anda dapat memberikan diskon yang dipersonalisasi kepada pelanggan, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan menarik mereka untuk kembali. Berikut beberapa strategi dan praktik loyalty program yang umum:

Kartu Stempel Digital (digital stamp card)

Dengan kartu stempel digital, pelanggan dapat menambahkan kartu keanggotaan ke e-wallet seperti Apple Wallet dan Google Pay, sehingga lebih mudah dibawa dan digunakan!

Sistem Poin Keanggotaan (membership point system)

Pelanggan dapat mengumpulkan poin saat membelanjakan jumlah tertentu, dan poin tersebut dapat ditukar dengan hadiah, minuman, bahkan voucher tunai. Anda juga dapat membagi pelanggan ke dalam tingkat keanggotaan berbeda berdasarkan jumlah pembelanjaan mereka, dengan penawaran yang lebih besar untuk tingkat yang lebih tinggi. Selain mendorong pembelanjaan dalam jumlah besar, hal ini juga membantu memahami kebiasaan dan preferensi pelanggan di setiap tingkat, yang berguna untuk promosi yang lebih tertarget.

Cashback (Pengembalian Tunai)

Operasional cashback lebih sederhana namun sangat menarik—misalnya saat pelanggan mencapai jumlah pembelanjaan tertentu, mereka mendapatkan cashback yang dapat langsung digunakan pada pesanan berikutnya, sehingga secara langsung menarik pelanggan untuk kembali!

Promosi Berkala

Anda dapat mengatur pesan otomatis untuk mengirim penawaran kepada pelanggan tertentu pada hari libur atau ulang tahun mereka, menarik pelanggan untuk berbelanja kembali sekaligus meningkatkan eksposur merek.

Mengapa Customer Touch Points Setelah Konsumsi Sangat Penting?

Kualitas makanan tentu menjadi daya tarik utama bagi restoran dan tempat makan, tetapi di tengah persaingan ketat dan biaya tenaga kerja yang tinggi, operasi yang sistematis dipadukan dengan promosi pemasaran yang tepat dan layanan yang dipersonalisasi merupakan kunci agar pelanggan benar-benar terkesan. Selain itu, biaya untuk mempertahankan pelanggan lama jauh lebih rendah dibandingkan biaya memperoleh pelanggan baru. CRM mampu melakukan semua hal di atas, sehingga menjadi elemen yang wajib bagi industri F&B generasi baru.

The cost of customer acquisition can be as high as 6 to 7 times as compared to customer retention.

Menurut riset pemasaran, biaya untuk mendapatkan pelanggan baru jauh lebih mahal dibandingkan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Berinvestasi dalam membangun sistem keanggotaan, kartu stempel digital, dan program loyalitas lainnya menjadi bagian penting dari CRM di industri F&B, dan pelanggan yang kembali juga merupakan bukti kualitas dan layanan restoran Anda!

Ringkasan Penerapan CRM di Industri F&B

Singkatnya, manajemen hubungan pelanggan dapat memberikan hal-hal berikut bagi restoran dari berbagai skala:

  • Memperoleh informasi kontak pelanggan untuk menjaga hubungan dengan pelanggan melalui pesan, email, dan lainnya
  • Menyimpan dan mengelola data pelanggan
  • Melakukan promosi tertarget yang didorong oleh data
  • Melacak (Track) perilaku pelanggan (customer behavior) dan memahami preferensi pelanggan
  • Terintegrasi dengan sistem POS untuk meningkatkan kualitas layanan
  • Memperkenalkan program loyalitas pelanggan

Sumber:

relativePath: id/how-can-f-b-industry-manage-customer-relationship.mdx · slug: how-can-f-b-industry-manage-customer-relationship · id: content/blog/id/how-can-f-b-industry-manage-customer-relationship.mdx